Postingan

boy at the window

down the road, there was a house, close to the street. a boy sat by the window. he used to throw things at us. sometimes, he threw balls of paper. sometimes, he threw bits of bread. once, he threw some out of the window and we got wet. we called the boy names. "pie face !" "stupid mouse - brain !" "you eat feathers and mud for breakfast" one day, our mother came by. she heard us yelling names at the boy by the window. she was not pleased. "get in the car !" she said. she told us that the boy was called Mark. he was disabled and lonely . he sat in a wheelchair by the window, and he threw things so people would stop and take notice of him. our mother took us to visit Mark. he was so pleased to see us that he wanted to hug us. after that, we never called anyone names again. "it is wrong to judge people. we don't know how it feels to be like them." and now, he became one of our best friend. ...

Disalahtafsirkan

Kadang hidup ini membuatku begitu frustasi dan bingung.. Aku selalu beranggapan akulah satu-satunya remaja yang mesti mengalami masa-masa sulit ini, Dan tak seorang pun bisa mengerti apa-apa yang kurasakan. Semua remaja berusaha mengurai benang-benang emosi yang kusut ini.. Kami semua sedang berusaha me-rekareka, Siapa kami sebenarnya, Dan mencoba menemukan tempat kami di dunia ini. Itulah yang kami lakukan dalam tahun-tahun remaja kami. Aku benci kalau mendengar orang-orang dewasa mengatakan betapa sintingnya remaja-remaja jaman sekarang. Seolah-olah kami semua adalah makhluk-makhluk yang hanya bisa ketagihan obat-obatan, Pergaulan yang terlalu bebas, Dan tidak punya tujuan hidup.. Mereka pikir kami ini sekedar berkelana tanpa tujuan, Tersesat entah di mana.. Tapi mereka salah besar.. Kebanyakan dari kami merasa takut setengah mati, Karena kami tidak tahu di mana kami akan berada sepuluh tahun mendatang, Atau bahkan akan menjadi siapakah kami ini dalam sepuluh hari mendatang. Kami ber...

Deklarasi Kemanusiaan

Dengan ini aku menyatakan bahwa aku adalah manusia. Aku adalah manusia yang bisa merasakan kebahagiaan dan tawa, juga bisa merasa sedih dan meneteskan air mata. Aku adalah manusia yang memiliki kebutuhan untuk mencintai dan membantu sesama. Aku adalah manusia yang mempunyai mimpimimpi dan prestasi, tapi terutama aku adalah manusia yang memiliki kekurangankekurangan dan bisa melakukan kesalahankesalahan. Sebagai manusia, aku berhak atas halhal berikut ini : 1. Aku berhak untuk tidak sempurna. 2. Aku berhak untuk membuat banyak kesalahan ( kadangkadang kesalahan besar ) 3. Aku berhak untuk belajar dari kesalahankesalahan kuu, dan kemudian melanjutkan hidupku. 4. Aku berhak untuk memaafkan diriku sendiri. 5. Aku berhak untuk merasakan apa yang kurasakan. 6. Aku berhak untuk tertawa sampai keluar air mata, dan menangis sampai kesedihanku sirna. 7. Aku berhak untuk menjalani hidup sesuai pilihanku. 8. Aku berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. 9. Aku berhak untuk...
Mengucapkan terima kasih adalah sikap sopan dan santun, Menunjukkan rasa terima kasih adalah sikap lapang hati dan mulia. Tapi menjalani hidup dengan penuh terima kasih.. Itu namanya menyentuh Surga.

Matahari Masih Bersinar

Polusi menyelimuti udara yang dulu bersih. Pabrik-pabrik bermunculan tiada henti. Dalam gelapnya malam, Pikiran jahat menikam, Timbulkan penyelewengan dan korupsi. Keluguan tersapu lenyap, Sebelum sempat dipahami. Jutaan jiwa terlilit kemiskinan, Yang tak bersedia melepaskan cengkraman. Belitan dingin sang Maut, Tanpa bicara, tak bisa dicegah, Mengetuk paksa di depan pintu. Namun anak-anak masih juga menari riang. Di tengah padang, Padang Bunga. Mengejar kupu-kupu hingga fajar tiba, Tawa mereka tanpa henti, Bak lonceng-lonceng perak berdentang, Menggema di seantero kota. Hujan masih turun, Teteskan butir-butir air jernih dari atas. Mencuci bersih kotoran, Hingga kita bisa memulai kembali. Di tengah rumput alang-alang, Masih ada sebutir benih harapan. Setelah gelap malam lewat, Matahari cerah masih bersinar.
Aku telah mengalami banyak pengalaman sulit dalam hidupku, dan hampir-hampir tak sanggup mengatasi rintangan-rintangan yang menghalangi jalanku. Tapi pengalaman-pengalaman ini membuatku banyak belajar. Kalau aku mesti mengulangi kembali seluruh hidupku, aku takkan mengubah hal sekecil apa pun. Apa-apa yang telah kupelajari amat sangat berharga.
Yang sulit bukanlah melenyapkan kenangan, melainkan mengumpulkan kekuatan untuk merelakan.